DUM VITANT STULTI VITIA
IN CONTRARIA CURRUNT....

Damar's posts with tag: semangat juang

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag semangat juang
ReviewReviewReviewReviewCINDERELLA MANDec 18, '07 12:31 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama


Nino tidak punya bapak.

Itu yang sering dikatakan oleh teman-temannya. Lebih seringnya dengan nada ejekan. Entah kenapa teman-temannya suka sekali mengungkit-ungkit tentang hal itu Nino tidak tahu. Yang jelas Nino merasa kesal acapkali seruan-seruan itu datang. Namun semakin kesal dan marah Nino, semakin bersemangat dan menjadi-jadi pula teman-temannya dalam mengejeknya.

Tak jarang kata-kata ejekan itu menjelma menjadi lebih dari sekedar kata-kata. Salah satu teman Nino bahkan pernah me-remix lagu 'SMELLS LIKE TEEN SPIRIT' versi dangdut koplo Banyumasan dengan lirik yang telah diubah khusus untuk Nino. Dia memutarkan lagu ciptaannya itu di stasiun radio amatir milik kelurahan demi melihat Nino meraung-raung menangis kesetanan sepanjang jalanan kampung.

Pernah juga pas hari ulang tahun Nino, segerombolan pemuda-pemudi Karang Taruna menyanyikan secara koor lagu 'NINO SI ANAK HARAM' yang dipersiapkan secara spesial untuk mencabik-cabik hati dan perasaan Nino tepat di hari dimana dia seharusnya bersuka ria.

Dan yang lebih menyayat hati, Nino pernah membeli kaset 'KUMPULAN HITS SINGLE CHIKITA MEIDY' yang ternyata isinya telah disabotase sehingga bukannya lagu 'KUKU-KUKU' yang mengalun ketika diputar melainkan lagu 'MUNGKIN SAJA BAPAK NINO ADALAH BAPAK SALAH SATU DIANTARA KITA'. Kalau ditelisik dari kualitas audio dan suara anyir penyanyinya, Nino tahu kalau itu adalah ulah temannya yang bernama Bokir. Pacar Bokir adalah penjaga toko kaset dimana dia membeli kaset tersebut. Pasti pacar Bokir turut serta dalam konspirasi nista ini.

Namun entah kenapa setiap kali dia mengadu dan bertanya pada ibunya, wanita setengah baya itu hanya bisa diam dan tersenyum. Tak pernah sepatah kata pun terucap dari bibirnya sepanjang yang Nino ingat. Dan Nino pun tak pernah paham akan arti senyuman ibunya itu.

Hingga suatu hari tersiarlah kabar kalau sebentar lagi di kampung Nino akan datang rombongan artis dan kru film dari WARNER BROTHERS INTERNATIONAL. Kabarnya mereka akan syuting sekuel film INDIANA JONES di bukit belakang kantor Balai Desa. Dan tentu saja para aktris dan aktornya juga akan datang, termasuk Harrison Ford.

Ternyata kabar angin itu memang benar. Pada minggu pagi yang indah, ketika burung-burung berkicau riang dan alam tersinari cahaya surya yang hangat, seluruh penduduk kampung telah berjejal di lapangan kelurahan. Mereka menantikan dengan cemas datangnya rombongan kru film bagaikan menantikan datangnya hujan sembako dari langit.

Bahkan Pak Lurah merasa perlu untuk memberikan pidato dan pengarahan bagi para warga. Tidak lupa para pedagang asongan yang jeli memanfaatkan kesempatan emas ini menjajakan barang dagangannya mulai dari Aqua, rokok, permen, telor asin, sandal kesehatan, minyak kobra, sampai-sampai ada yang nekad jualan kambing dan burung puyuh. Di salah satu sudut lapangan terdengar alunan gamelan yang mengiringi para penari tayub dan kuda lumping. Lapangan itu benar-benar telah berubah menjadi pasar hewan.

Ketika Nino dan ibunya tengah asyik menawar sekilo jengkol dari harga limaribu rupiah menjadi limaratus rupiah, tiba-tiba di langit sebelah utara muncul tiga buah helikopter berwarna hitam. Pada dua dari tiga helikopter itu tergantung kontainer besar. Nino meyakini bahwa di dalam kontainer itu berisi para pemain figuran .

Suara gemuruh helikopter yang semakin mendekat membuat para warga berbondong-bondong menyingkir menepi dari tengah lapangan. Sayur-mayur, karung, sandal, VCD bajakan, sampai kambing dan ayam ikut beterbangan karena angin kencang dari baling-baling helikopter. Sedangkan Pak Lurah dengan semangatnya menyanyikan lagu 'SELAMAT DATANG DI DESA SIBERUK KEBANGGAAN KAMI' melalui megaphone bersuara parau. Saking tuanya alat pengeras suara inventaris kantor kelurahan itu, suara Pak Lurah terdengar mirip dengan suara DARTH VADER kala sedang memaki-maki para pejuang pemberontak antargalaksi.

Suasana hening dan senyap ketika baling-baling ketiga helikopter yang telah mendarat di lapangan itu berhenti berputar...........

Seluruh penduduk Desa Siberuk memandang tak berkedip pada ketiga benda asing yang berada dihadapan mereka itu. Seorang balita yang sedari tadi menangis dan merengek minta dibelikan kus-kus tiba-tiba mendadak diam. Seorang penjual jamu yang paling kencang berteriak menjajakan dagangannya juga diam. Suara berisik dari mesin penggilingan padi yang dari tadi ada di situ juga tidak terdengar lagi. Bahkan suara teman-teman Nino yang sedari tadi menyanyikan 'MARS NINO SANG ANAK HARAM' juga seolah hilang tertelan bumi. Sedangkan Nino yang memang diam saja, kini memegang erat-erat konde ibunya dengan tetap menatap tajam pada helikopter-helikopter itu.

Kemudian pintu salah satu helikopter terbuka. Harrison Ford turun pertama kali.

Semua orang masih diam.....
Angin bertiup pelan menerbangkan rumput-rumput kering di lapangan......

Harisson Ford nampak memandang sekeliling dengan seksama. Dia melepas kacamata aviatornya. Memandang sekeliling seperti mencari sesuatu.

Tiba-tiba tatapannya terhenti ke arah Nino dan Ibunya.
Lama ia menatapnya.......
Nino bingung menyaksikan hal itu. Kemudian dia memandang wajah ibunya. Mata wanita itu nampak berkaca-kaca dengan senyum lebar tersungging di bibirnya. Nino terkagetkan ketika tiba-tiba Harrison Ford memanggil nama ibunya dengan kencang, "Suminaaaaaah........!".

Harrison Ford dengan setengah berlari menuju ke arah Nino dan ibunya.....

Lebih mengagetkan lagi bagi Nino ketika mendengar ibunya berbisik pelan, "...Sambutlah dia anakku.... Dialah ayahmu....!"

Kemudian Harrison Ford dan ibu Nino berpelukan erat dengan bersuka cita berurai air mata. Nino yang berada di antara keduanya nyaris tak bisa bernapas.

Kesunyian yang mencekam diantara para warga Desa Siberuk akhirnya pecah ketika DARTH VADER, eh... maksud saya Pak Lurah mulai bersorak-sorai. Setelah sekitar setengah menit Pak Lurah bersorak-sorai sendirian saja, sorakannya kini diikuti oleh seluruh warga dengan lebih riuh lagi. Seiisi lapangan itu bergembira ria dan bersuka cita menyaksikan pertemuan keluarga itu. Sayup-sayup diantara keriaan yang gegap-gempita keramaian itu, terdengar paduan suara Karang Taruna yang menyanyikan lagu 'TUHAN, KENAPA KAU BERI NINO AYAH SEORANG SUPERSTAR' yang bernada minor dengan lirik yang mendayu-dayu......



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help