
| Category: | Movies |
| Genre: | Classics |
Kala itu hari Sabtu Kliwon tepat setahun setelah kematian Anna Nicole Smith.
Matahari bersinar terik dan menantang. Namun angin yang berhembus sepoi-sepoi menjadikan suasana siang itu terasa nyaman. Membuat semua orang tak ingin beranjak dan keluar dari dalam rumah. Sekedar tiduran atau duduk-duduk sembari minum segelas es teh di teras rasanya bagaikan liburan di Hawaii tanpa perlu paspor dan visa. Itulah yang dilakukan oleh Bryan dan Bruce saat itu.
Bryan dan Bruce adalah sepasang saudara kembar siam. Telah 22 tahun semenjak mereka dilahirkan di dunia ini mereka selalu bersama karena mereka terlahir kembar dan siam... (kalau kata 'siam' bisa diartikan menyatu atau berdempetan). Seluruh bagian tubuh mereka terlahir dan tumbuh secara utuh dan sempurna kecuali pada tangan mereka. Pada tangan itulah mereka saling menyatu. Lebih tepatnya pada jari kelingking mereka.
Iya, jari kelingking tangan kiri Bruce dan jari kelingking tangan kanan Bryan itulah yang dampit, menyatu, dan tak terpisahkan. Sehingga kemana pun mereka pergi pastilah selalu berdua. Sekilas pasti banyak orang yang mengira kalau mereka bukan saudara kembar karena tampang Bruce yang macho (sedikit brewok, gondrong, dan bergaya mirip Iwan Fals waktu muda) sedangkan Bryan lebih fashionista, terawat, dan wangi. Juga dampit yang hanya pada kedua jari kelingking mereka itu terlihat lebih mirip seperti orang yang sedang saling bergandengan tangan. Tak jarang orang-orang mengira mereka adalah pasangan gay. Atau setidaknya para gay-lah yang berharap kalau mereka adalah pasangan.
Bruce adalah pribadi yang cuek, pendiam, rajin sembahyang, rajin membantu ibu, dan rajin fitness ke gym. Berbeda dengan Bryan yang aktif, trendy, dan gaul. Bryan mendengarkan beragam musik (dari Misfits sampai Waljinah), membaca beragam buku (buku religi sampai buku 'merah'), berlangganan beragam terbitan (dari Cosmopolitan sampai Lampu Merah), mempunyai beragam account (MySpace, Youtube, FS, Multiply, Bloggspots, Wordpress, Yahoo, etc). Bryan juga lebih suka ke spa dan salon.
Terlahir sebagai kembar siam namun tumbuh menjadi pribadi berbeda bukanlah hal yang mustahil. Bagi mereka berdua segala perbedaan pastilah ada solusinya dan bisa diselesaikan, tapi tidak di meja operasi. Bagi mereka haram hukumnya mengubah ciptaan Allah Subhana Huwata'alla. Lagi pula mendiang Kakek mereka pernah berpesan agar mereka jangan pernah berpikiran untuk melakukan operasi pemisahan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kata kakeknya menjelang kematiannya, "Biarlah alam.... dan kema....tian saja yang me... me... misahkan kalian. (suara batuk-batuk) Kalian.... akan belajar ba....nyak dari keter...ba...ba...tasan ka...li..an...". (diiringi suara bip panjang dari alat pengukur denyut jantung).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ternyata kakeknya benar, segala sesuatunya bisa dikompromikan. Sebagai misal, tentang Bruce yang lebih suka fitness dan Bryan yang lebih suka ke spa bisa dilakukan dengan jalan memilih tempat fitness yang juga memiliki spa. Sementara Bruce sibuk dengan alat-alat kebugaran, Bryan sibuk memoles kuku, mencoba krim terbaru, atau sekedar membaca katalog fashion terbaru dari Paris. Saat Bruce asyik bertanya dan berdiskusi dengan trainernya tentang exercise dan suplemen nutrisi, Bryan asyik berbincang dengan mbak-mbak sales produk kecantikan sambil sesekali bergosip dan cekikikan.
Juga ketika Bryan tengah asyik berbaring luluran dan di-massage, Bruce pun juga ikut berbaring tapi tetap dengan posisi sit up dan sesekali melakukan gerakan crunch. Sebelum masuk ke kamar sauna Bruce memilih membawa majalah Menshealth untuk sekedar dibaca sedangkan Bryan sibuk memilih-milih masker wajah mana yang akan dipakai. Walhasil, semakin rajin ke gym dan semakin terbentuk otot-otot tubuh Bruce, semakin mulus dan wangi pulalah Bryan.
Namun bukan berarti tidak pernah terjadi masalah sama sekali. Dulu Bruce paling ogah dan benci kalau nafsu belanja Bryan sedang memuncak saat ada BIG SALE dan promo di Plaza Senayan atau Plaza Indonesia. Bruce benci sekali diajak belanja dan mengikuti Bryan yang mondar-mandir kesana-kemari bagaikan kemasukan setan Prada.
Namun itu dulu. Kini Bruce dengan senang hati menemani Bryan berbelanja setelah mendapatkan info dari trainer fitnessnya bahwasanya menemani Bryan berbelanja di Plaza Senayan selama 2 jam mampu membakar kalori setara dengan joging minggu pagi mengelilingi Stadion Senayan sebanyak 50 kali. Lagi pula Bruce cukup menikmati pemandangan indah dan sapaan lembut dari para wanita yang gencar membujuk dan merayu untuk menawarkan produk yang mereka jual.
Akhirnya kita kembali kepada paragraf pertama di atas tadi......
Kala itu hari Sabtu Kliwon tepat setahun setelah kematian Anna Nicole Smith.
Matahari bersinar terik dan menantang. Namun angin yang berhembus sepoi-sepoi menjadikan suasana siang itu terasa nyaman. Bruce dan Bryan tengah berbaring di kursi panjang nan empuk di teras belakang rumah mereka yang menghadap ke kolam renang.
Kedua tangan mereka yang kelingkingnya menyatu sedang di-manicure dengan telaten dan cekatan oleh Bryan. Bruce memperbolehkan Bryan 'menjamah' tangan kirinya dengan alasan wilayah yang itu memang otoritas bersama, dengan satu syarat utama yaitu, 'Tidak diperkenankan memakaikan cat kuku warna-warni'.
Sembari bersiul mendendangkan lagu 'Umbrella Ella.. Ella.. Ee.. Eee..', Bryan masih sempat menawarkan dengan sopan apakah boleh dia menaruh sedikit saja warna pink pada kuku jemari Bruce. Tentu saja Bruce langsung berkata, 'Tidak!'.
Bruce sesekali memejamkan mata sambil menikmati cerutu Kuba oleh-oleh rekan bisnis Papanya. Dia benar-benar menikmati agenda bermalas-malasan siang itu. Terbayang-bayang pula olehnya wajah gadis yang ditemuinya di klub kemarin malam. Gadis cantik bernama Sophie itu benar-benar mencuri hatinya. Oh, Sophie....
Saat sedang asyik membayangkan gadis impiannya tiba-tiba lubang hidungnya terasa gatal. Ingin rasa mengoreknya dengan jari-jemari. Namun karena tangan kanannya sedang memegang cerutu maka Bruce menggunakan tangan kirinya. Dengan penuh penghayatan dia mengorek hidungnya yang gatal. Sungguh rasanya nikmat sekali. Rasanya baru sekali ini Bruce mengorek hidungnya yang gatal dengan jari kelingking kiri. Rasanya nikmaaaat.... sekali!
Di tengah keasyikannya mengorek hidung, tiba-tiba Bruce dikagetkan oleh teriakan Bryan yang ada tepat disampingnya.
"WAAAAAAAA.....JARI KITA TERPISAH !!!!!!!!!!!"
