DUM VITANT STULTI VITIA
IN CONTRARIA CURRUNT....

KITAB TAFSIR DORAEMON

ReviewReviewReviewPRIMAL FEARJan 3, '08 2:02 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Alkisah di sebuah kompleks perumahan pegawai pos tinggal seorang janda tua bernama Mrs. Linda Taylor. Suami dari Mrs. Linda yakni mendiang Mr. Thomas Taylor dulu adalah seorang tukang pos yang rajin dan baik hati. Atas prestasi dan pengabdian dari Mr. Thomas semasa hidupnya maka pihak kantor pos tetap mengijinkan Mrs. Linda untuk tinggal di rumah itu. Padahal seharusnya rumah itu hanya diperuntukkan bagi pegawai yang masih aktif bekerja. Namun khusus untuk mereka, pihak kantor pos mengijinkan tinggal selama yang mereka mau.

Mr. Thomas Taylor telah pensiun duapuluh tahun yang lalu dan kemudian baru meninggal lima tahun yang lalu. Ini berarti bahwa Mrs. Linda telah lima tahun menjalani hidup sebatang kara. Mereka berdua tidak memiliki keturunan. Sanak famili pun mereka hampir tidak punya karena secara kebetulan mereka berdua adalah yatim piatu sejak kecil. Satu-satunya keluarga yang dimiliki hanyalah Paman dari Mrs. Linda yang tinggal di utara. Tentunya Sang Paman itu kini telah meninggal dunia (waktu Mrs. Linda berumur 5 tahun, pamannya itu berusia kira-kira 40 tahun, dan sekarang Mrs. Linda berumur 70 tahun).

Sehari-hari Mrs. Linda menyulam dan merawat bunga lili yang tumbuh di halamannya. Sesekali dia berjalan mengitari blok dan menyapa anak-anak yang sedang bermain di lapangan basket. Meski telah berusia 70 tahun, Mrs. linda masih cukup sehat dan waras. Dia tidak memakai tongkat ataupun kacamata. Suaranya masih cukup jelas dan lantang.

Di suatu sore ketika sedang berjalan-jalan menikmati cahaya senja, Mrs. Linda melihat dua anak kecil tengah berkelahi. Usia mereka kira-kira 7 tahunan. Sembari berlari ke arah anak-anak itu, Mrs. Linda berteriak, "Hentikan berandalan cilik......!!!" Namun anak-anak itu tak menghiraukannya.

"Sejuta topan badai! Hentikan sebelum kuhantam muka kalian dengan nisan suamiku!", anak-anak itu pun terdiam.

"Kau, Kepiting Rebus! Kenapa kau pukul dia, heh? Memangnya mukanya belum cukup jelek sampai harus kau tambah jelek dengan benjolan dan memar?", tanya Mrs. Linda pada salah seorang anak yang bernama Marno.

"Dasar berandalan tengik, mau jadi apa kalian kalau sudah besar nanti, hah!!!"
Marno dan rivalnya yang belakangan diketahui bernama Totok tetap diam terpaku.

"Heh, anjing kecil jahanam! Kuperingatkan pada kalian ya, sekali lagi aku melihat kalian berkelahi, aku copot mata kalian lalu aku umpankan pada anjing Pak RT...", Marno dan Totok menunduk.

"Heh kau, hitam dekil!", bentak Mrs. Linda seraya menampar pipi Totok. "Kau pasti mewarisi sifat brutal brandalan semi-kriminal ini dari ayahmu. Sudah aku duga kalau bajingan seperti ayahmu yang dulu pernah mencuri kue pai di dapurku saat hallowen tahun 1969 pasti akan melahirkan keturunan yang tak lebih baik darinya. Dasar pencuci kakus busuk!"

Totok terisak.

"Dan kau keriting berpanu anak tukang jilat jidat pejabat!", bentak Mrs. Linda pada Marno."Jangan kau pikir karena ayahmu kaya dan berpangkat tinggi lalu kau bisa seenaknya saja memukul temanmu yang jorok, dekil, kampungan lagi idiot ini. Apakah ayahmu tak pernah memukulmu, hah!!!!", teriak Mrs. Linda sambil menendang pantat Marno dengan keras hingga nyaris terjerembab.

"Kenapa kalian seenaknya memukul orang. Kalian ini tidak pernah merasakan sakitnya dipukul orang lain ya...?!?!", sambil menjambak rambut kedua anak itu.

"Sakit tidak, Babi borok...?!?!", Mrs. Linda membenturkan kepala kedua anak tersebut dengan sekuat tenaga.


ReviewReviewReviewCITIZEN KANEDec 27, '07 1:20 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Classics


Kala itu hari Sabtu Kliwon tepat setahun setelah kematian Anna Nicole Smith.
Matahari bersinar terik dan menantang. Namun angin yang berhembus sepoi-sepoi menjadikan suasana siang itu terasa nyaman. Membuat semua orang tak ingin beranjak dan keluar dari dalam rumah. Sekedar tiduran atau duduk-duduk sembari minum segelas es teh di teras rasanya bagaikan liburan di Hawaii tanpa perlu paspor dan visa. Itulah yang dilakukan oleh Bryan dan Bruce saat itu.

Bryan dan Bruce adalah sepasang saudara kembar siam. Telah 22 tahun semenjak mereka dilahirkan di dunia ini mereka selalu bersama karena mereka terlahir kembar dan siam... (kalau kata 'siam' bisa diartikan menyatu atau berdempetan). Seluruh bagian tubuh mereka terlahir dan tumbuh secara utuh dan sempurna kecuali pada tangan mereka. Pada tangan itulah mereka saling menyatu. Lebih tepatnya pada jari kelingking mereka.

Iya, jari kelingking tangan kiri Bruce dan jari kelingking tangan kanan Bryan itulah yang dampit, menyatu, dan tak terpisahkan. Sehingga kemana pun mereka pergi pastilah selalu berdua. Sekilas pasti banyak orang yang mengira kalau mereka bukan saudara kembar karena tampang Bruce yang macho (sedikit brewok, gondrong, dan bergaya mirip Iwan Fals waktu muda) sedangkan Bryan lebih fashionista, terawat, dan wangi. Juga dampit yang hanya pada kedua jari kelingking mereka itu terlihat lebih mirip seperti orang yang sedang saling bergandengan tangan. Tak jarang orang-orang mengira mereka adalah pasangan gay. Atau setidaknya para gay-lah yang berharap kalau mereka adalah pasangan.

Bruce adalah pribadi yang cuek, pendiam, rajin sembahyang, rajin membantu ibu, dan rajin fitness ke gym. Berbeda dengan Bryan yang aktif, trendy, dan gaul. Bryan mendengarkan beragam musik (dari Misfits sampai Waljinah), membaca beragam buku (buku religi sampai buku 'merah'), berlangganan beragam terbitan (dari Cosmopolitan sampai Lampu Merah), mempunyai beragam account (MySpace, Youtube, FS, Multiply, Bloggspots, Wordpress, Yahoo, etc). Bryan juga lebih suka ke spa dan salon.

Terlahir sebagai kembar siam namun tumbuh menjadi pribadi berbeda bukanlah hal yang mustahil. Bagi mereka berdua segala perbedaan pastilah ada solusinya dan bisa diselesaikan, tapi tidak di meja operasi. Bagi mereka haram hukumnya mengubah ciptaan Allah Subhana Huwata'alla. Lagi pula mendiang Kakek mereka pernah berpesan agar mereka jangan pernah berpikiran untuk melakukan operasi pemisahan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kata kakeknya menjelang kematiannya, "Biarlah alam.... dan kema....tian saja yang me... me... misahkan kalian. (suara batuk-batuk) Kalian.... akan belajar ba....nyak dari keter...ba...ba...tasan ka...li..an...". (diiringi suara bip panjang dari alat pengukur denyut jantung).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ternyata kakeknya benar, segala sesuatunya bisa dikompromikan. Sebagai misal, tentang Bruce yang lebih suka fitness dan Bryan yang lebih suka ke spa bisa dilakukan dengan jalan memilih tempat fitness yang juga memiliki spa. Sementara Bruce sibuk dengan alat-alat kebugaran, Bryan sibuk memoles kuku, mencoba krim terbaru, atau sekedar membaca katalog fashion terbaru dari Paris. Saat Bruce asyik bertanya dan berdiskusi dengan trainernya tentang exercise dan suplemen nutrisi, Bryan asyik berbincang dengan mbak-mbak sales produk kecantikan sambil sesekali bergosip dan cekikikan.

Juga ketika Bryan tengah asyik berbaring luluran dan di-massage, Bruce pun juga ikut berbaring tapi tetap dengan posisi sit up dan sesekali melakukan gerakan crunch. Sebelum masuk ke kamar sauna Bruce memilih membawa majalah Menshealth untuk sekedar dibaca sedangkan Bryan sibuk memilih-milih masker wajah mana yang akan dipakai. Walhasil, semakin rajin ke gym dan semakin terbentuk otot-otot tubuh Bruce, semakin mulus dan wangi pulalah Bryan.

Namun bukan berarti tidak pernah terjadi masalah sama sekali. Dulu Bruce paling ogah dan benci kalau nafsu belanja Bryan sedang memuncak saat ada BIG SALE dan promo di Plaza Senayan atau Plaza Indonesia. Bruce benci sekali diajak belanja dan mengikuti Bryan yang mondar-mandir kesana-kemari bagaikan kemasukan setan Prada.

Namun itu dulu. Kini Bruce dengan senang hati menemani Bryan berbelanja setelah mendapatkan info dari trainer fitnessnya bahwasanya menemani Bryan berbelanja di Plaza Senayan selama 2 jam mampu membakar kalori setara dengan joging minggu pagi mengelilingi Stadion Senayan sebanyak 50 kali. Lagi pula Bruce cukup menikmati pemandangan indah dan sapaan lembut dari para wanita yang gencar membujuk dan merayu untuk menawarkan produk yang mereka jual.

Akhirnya kita kembali kepada paragraf pertama di atas tadi......

Kala itu hari Sabtu Kliwon tepat setahun setelah kematian Anna Nicole Smith.
Matahari bersinar terik dan menantang. Namun angin yang berhembus sepoi-sepoi menjadikan suasana siang itu terasa nyaman. Bruce dan Bryan tengah berbaring di kursi panjang nan empuk di teras belakang rumah mereka yang menghadap ke kolam renang.

Kedua tangan mereka yang kelingkingnya menyatu sedang di-manicure dengan telaten dan cekatan oleh Bryan. Bruce memperbolehkan Bryan 'menjamah' tangan kirinya dengan alasan wilayah yang itu memang otoritas bersama, dengan satu syarat utama yaitu, 'Tidak diperkenankan memakaikan cat kuku warna-warni'.

Sembari bersiul mendendangkan lagu 'Umbrella Ella.. Ella.. Ee.. Eee..', Bryan masih sempat menawarkan dengan sopan apakah boleh dia menaruh sedikit saja warna pink pada kuku jemari Bruce. Tentu saja Bruce langsung berkata, 'Tidak!'.

Bruce sesekali memejamkan mata sambil menikmati cerutu Kuba oleh-oleh rekan bisnis Papanya. Dia benar-benar menikmati agenda bermalas-malasan siang itu. Terbayang-bayang pula olehnya wajah gadis yang ditemuinya di klub kemarin malam. Gadis cantik bernama Sophie itu benar-benar mencuri hatinya. Oh, Sophie....

Saat sedang asyik membayangkan gadis impiannya tiba-tiba lubang hidungnya terasa gatal. Ingin rasa mengoreknya dengan jari-jemari. Namun karena tangan kanannya sedang memegang cerutu maka Bruce menggunakan tangan kirinya. Dengan penuh penghayatan dia mengorek hidungnya yang gatal. Sungguh rasanya nikmat sekali. Rasanya baru sekali ini Bruce mengorek hidungnya yang gatal dengan jari kelingking kiri. Rasanya nikmaaaat.... sekali!

Di tengah keasyikannya mengorek hidung, tiba-tiba Bruce dikagetkan oleh teriakan Bryan yang ada tepat disampingnya.

"WAAAAAAAA.....JARI KITA TERPISAH !!!!!!!!!!!"



ReviewReviewReviewReviewCINDERELLA MANDec 18, '07 12:31 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama


Nino tidak punya bapak.

Itu yang sering dikatakan oleh teman-temannya. Lebih seringnya dengan nada ejekan. Entah kenapa teman-temannya suka sekali mengungkit-ungkit tentang hal itu Nino tidak tahu. Yang jelas Nino merasa kesal acapkali seruan-seruan itu datang. Namun semakin kesal dan marah Nino, semakin bersemangat dan menjadi-jadi pula teman-temannya dalam mengejeknya.

Tak jarang kata-kata ejekan itu menjelma menjadi lebih dari sekedar kata-kata. Salah satu teman Nino bahkan pernah me-remix lagu 'SMELLS LIKE TEEN SPIRIT' versi dangdut koplo Banyumasan dengan lirik yang telah diubah khusus untuk Nino. Dia memutarkan lagu ciptaannya itu di stasiun radio amatir milik kelurahan demi melihat Nino meraung-raung menangis kesetanan sepanjang jalanan kampung.

Pernah juga pas hari ulang tahun Nino, segerombolan pemuda-pemudi Karang Taruna menyanyikan secara koor lagu 'NINO SI ANAK HARAM' yang dipersiapkan secara spesial untuk mencabik-cabik hati dan perasaan Nino tepat di hari dimana dia seharusnya bersuka ria.

Dan yang lebih menyayat hati, Nino pernah membeli kaset 'KUMPULAN HITS SINGLE CHIKITA MEIDY' yang ternyata isinya telah disabotase sehingga bukannya lagu 'KUKU-KUKU' yang mengalun ketika diputar melainkan lagu 'MUNGKIN SAJA BAPAK NINO ADALAH BAPAK SALAH SATU DIANTARA KITA'. Kalau ditelisik dari kualitas audio dan suara anyir penyanyinya, Nino tahu kalau itu adalah ulah temannya yang bernama Bokir. Pacar Bokir adalah penjaga toko kaset dimana dia membeli kaset tersebut. Pasti pacar Bokir turut serta dalam konspirasi nista ini.

Namun entah kenapa setiap kali dia mengadu dan bertanya pada ibunya, wanita setengah baya itu hanya bisa diam dan tersenyum. Tak pernah sepatah kata pun terucap dari bibirnya sepanjang yang Nino ingat. Dan Nino pun tak pernah paham akan arti senyuman ibunya itu.

Hingga suatu hari tersiarlah kabar kalau sebentar lagi di kampung Nino akan datang rombongan artis dan kru film dari WARNER BROTHERS INTERNATIONAL. Kabarnya mereka akan syuting sekuel film INDIANA JONES di bukit belakang kantor Balai Desa. Dan tentu saja para aktris dan aktornya juga akan datang, termasuk Harrison Ford.

Ternyata kabar angin itu memang benar. Pada minggu pagi yang indah, ketika burung-burung berkicau riang dan alam tersinari cahaya surya yang hangat, seluruh penduduk kampung telah berjejal di lapangan kelurahan. Mereka menantikan dengan cemas datangnya rombongan kru film bagaikan menantikan datangnya hujan sembako dari langit.

Bahkan Pak Lurah merasa perlu untuk memberikan pidato dan pengarahan bagi para warga. Tidak lupa para pedagang asongan yang jeli memanfaatkan kesempatan emas ini menjajakan barang dagangannya mulai dari Aqua, rokok, permen, telor asin, sandal kesehatan, minyak kobra, sampai-sampai ada yang nekad jualan kambing dan burung puyuh. Di salah satu sudut lapangan terdengar alunan gamelan yang mengiringi para penari tayub dan kuda lumping. Lapangan itu benar-benar telah berubah menjadi pasar hewan.

Ketika Nino dan ibunya tengah asyik menawar sekilo jengkol dari harga limaribu rupiah menjadi limaratus rupiah, tiba-tiba di langit sebelah utara muncul tiga buah helikopter berwarna hitam. Pada dua dari tiga helikopter itu tergantung kontainer besar. Nino meyakini bahwa di dalam kontainer itu berisi para pemain figuran .

Suara gemuruh helikopter yang semakin mendekat membuat para warga berbondong-bondong menyingkir menepi dari tengah lapangan. Sayur-mayur, karung, sandal, VCD bajakan, sampai kambing dan ayam ikut beterbangan karena angin kencang dari baling-baling helikopter. Sedangkan Pak Lurah dengan semangatnya menyanyikan lagu 'SELAMAT DATANG DI DESA SIBERUK KEBANGGAAN KAMI' melalui megaphone bersuara parau. Saking tuanya alat pengeras suara inventaris kantor kelurahan itu, suara Pak Lurah terdengar mirip dengan suara DARTH VADER kala sedang memaki-maki para pejuang pemberontak antargalaksi.

Suasana hening dan senyap ketika baling-baling ketiga helikopter yang telah mendarat di lapangan itu berhenti berputar...........

Seluruh penduduk Desa Siberuk memandang tak berkedip pada ketiga benda asing yang berada dihadapan mereka itu. Seorang balita yang sedari tadi menangis dan merengek minta dibelikan kus-kus tiba-tiba mendadak diam. Seorang penjual jamu yang paling kencang berteriak menjajakan dagangannya juga diam. Suara berisik dari mesin penggilingan padi yang dari tadi ada di situ juga tidak terdengar lagi. Bahkan suara teman-teman Nino yang sedari tadi menyanyikan 'MARS NINO SANG ANAK HARAM' juga seolah hilang tertelan bumi. Sedangkan Nino yang memang diam saja, kini memegang erat-erat konde ibunya dengan tetap menatap tajam pada helikopter-helikopter itu.

Kemudian pintu salah satu helikopter terbuka. Harrison Ford turun pertama kali.

Semua orang masih diam.....
Angin bertiup pelan menerbangkan rumput-rumput kering di lapangan......

Harisson Ford nampak memandang sekeliling dengan seksama. Dia melepas kacamata aviatornya. Memandang sekeliling seperti mencari sesuatu.

Tiba-tiba tatapannya terhenti ke arah Nino dan Ibunya.
Lama ia menatapnya.......
Nino bingung menyaksikan hal itu. Kemudian dia memandang wajah ibunya. Mata wanita itu nampak berkaca-kaca dengan senyum lebar tersungging di bibirnya. Nino terkagetkan ketika tiba-tiba Harrison Ford memanggil nama ibunya dengan kencang, "Suminaaaaaah........!".

Harrison Ford dengan setengah berlari menuju ke arah Nino dan ibunya.....

Lebih mengagetkan lagi bagi Nino ketika mendengar ibunya berbisik pelan, "...Sambutlah dia anakku.... Dialah ayahmu....!"

Kemudian Harrison Ford dan ibu Nino berpelukan erat dengan bersuka cita berurai air mata. Nino yang berada di antara keduanya nyaris tak bisa bernapas.

Kesunyian yang mencekam diantara para warga Desa Siberuk akhirnya pecah ketika DARTH VADER, eh... maksud saya Pak Lurah mulai bersorak-sorai. Setelah sekitar setengah menit Pak Lurah bersorak-sorai sendirian saja, sorakannya kini diikuti oleh seluruh warga dengan lebih riuh lagi. Seiisi lapangan itu bergembira ria dan bersuka cita menyaksikan pertemuan keluarga itu. Sayup-sayup diantara keriaan yang gegap-gempita keramaian itu, terdengar paduan suara Karang Taruna yang menyanyikan lagu 'TUHAN, KENAPA KAU BERI NINO AYAH SEORANG SUPERSTAR' yang bernada minor dengan lirik yang mendayu-dayu......



ReviewReviewReviewReviewLOST IN TRANSLATIONNov 30, '07 2:17 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Boni adalah


ReviewReviewReviewReviewTHE HISTORY BOYSNov 11, '07 10:24 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Linda baru saja pindah ke sebuah kompleks perumahan. Dia merasa... ASING!

Segalanya berbeda dengan dunianya yang lama. Anak-anak muda seumurannya di sini tak ada yang mendengarkan Kangen Band, ST12, Matta, atau Radja (Linda begitu menggilai kacamata Mas Ian Kasela). Tak ada di antara mereka yang turut larut dalam gegap gempita acara MAMAMIA ataupun KDI 3. Bahkan yang lebih aneh lagi, anak-anak muda di tempatnya yang baru itu suka memakai kaos ber-merk aneh-aneh semacam THE WHO, RAMONES, BLACKFLAG, atau THE CLASH.

Linda bahkan pernah memergoki seorang tetangganya memakai kaos bertuliskan nama orang tua mereka (SIGIT, SASTRO). Linda merasa iba sekali, "...oh, anak-anak ini sungguh menyedihkan. tidak punya sosok idola selain orang tua mereka sendiri...", pikirnya.

Teman-teman baru Linda di sekolah juga tak kalah aneh. Pakaian mereka banyak yang kekecilan dan mereka tidak mengikuti sinetron INTAN di RCTI. Dinar, teman satu mejanya, sewaktu di kantin sekolah pernah bertanya apakah Linda suka dengan MOCCA. Linda pun menjawab kalau dia lebih suka kopi susu atau wedhang jahe anget. Dan ketika Dinar menanyakan apakah Linda tahu HOMOGENIC, Linda dengan senang hati bercerita tentang pamannya yang belum kawin-kawin meski sudah kepala 4 dan suka menggoda temen-teman cowoknya yang main ke rumah.



ReviewReviewReviewFINDING NEVERLANDNov 8, '07 8:05 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Tak ada seorang pun yang ingin memiliki jerawat, apapun jenisnya. Terlebih lagi para remaja yang beranjak dewasa alias ABG, meskipun sebetulnya pemunculan jerawat di masa-masa itu adalah hal yang lumrah saja. Mungkin kita baru boleh bingung kalau yang muncul di muka bukan jerawat tapi tunas-tunas enceng gondok.

Malangnya, Sabrina harus memiliki masalah terkait dengan jerawat itu. Gadis belia yang sebenarnya cantik itu (minus jerawat tentu) mulai menyadari kalau ada yang lain di wajahnya. Benda bernama jerawat yang dimilikinya lain dari yang lain. Sebelumnya dia sempat bingung apakah benar itu jerawat atau jangan-jangan tumor atau kelainan genetis lain.

Namun setelah berkonsultasi dengan para dokter ahli, ahli tata kota, designer interior, dan badan atomita nasional, Sabrina bisa merasa yakin dengan vonis yang menyatakan kalau jerawat itu asli jerawat. Tidak ada keraguan di dalamnya, yang ada hanyalah darah kotor, minyak, lemak, dan zat-zat lain yang membentuk jerawat sampai 100%.

Keanehan dari jerawat-jerawat sabrina adalah mereka jumlahnya selalu konstan, yaitu sebanyak 200 buah (dengan diameter masing-masing 4 mm dan tinggi benjolan 3 mm). Jumlah itu bisa deketahui setelah dia meminta bantuan pada Badan Pusat Statistik yang dengan segera melaksanakan sensus jerawat Sabrina.

Dan yang lebih aneh lagi setiap bangun di pagi hari letak jerawat-jerawat itu terus berubah. Terkadang jerawat itu menyebar merata di wajah. Kadang hanya pada bagian kiri atau kanan wajah saja sehingga dia pernah dihajar Batman gara-gara salah mengira dirinya adalah Two Face. Kadang jerawat-jerawat itu juga membentuk formasi-formasi aneh semacam bentuk bintang, jangkar, tai anjing, lambang NAZI, palu arit, simbol iblis, sampai rambu-rambu lalu lintas.

Sering juga jerawat Sabrina membentuk berbagai tulisan seperti: FUCK, DODOL, CULUN, IQ JONGKOK, KKK, dan sebagainya. Gara-gara itu pernah satu hari Sabrina berpacaran dengan seorang pemuda tampan yang suka membelai wajahnya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Namun sayangnya kemesraan itu hanya berlangsung sehari saja.

Hari berikutnya pemuda tampan itu mencampakkan Sabrina. Pemuda tampan itu berkata bahwa dia hanya suka membelai wajah Sabrina kemarin karena ternyata di sana tertuliskan lirik lagu 'Imagine'-nya John Lennon dalam huruf braille.

Sabrina hanya bisa terisak sedih, mengutuk, dan menyesal kenapa segalanya harus berubah begitu cepat. Terlebih lagi jerawatnya....



ReviewReviewReviewBREACHNov 7, '07 10:56 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Suatu pagi, Doni berjalan-jalan menuju ke tepi hutan sambil bernyanyi riang lagu 'Loosing My Religion'-nya R.E.M. Tiba-tiba dia teringat, "oh iya, aku khan punya nenek yang tinggal di tepi hutan...." Dia pun lalu bergegas menuju sana dan tak lupa mengenakan kerudung merah bermotif palu arit dan menggamit sebuah keranjang berisi penuh granat dan longsongan peluru tajam.

Di tengah jalan dia bertemu seorang agen multi-level marketing yang seketika itu pula menyalakan towa dan menggelar papan presentasi berbasis gambar tempel ( bukan Powerpoint...). Agen itu menjajakan dagangannya berupa panci tahan karat yang serbaguna. Bisa untuk menanak nasi, membuat batako, sampai membuat rendang dari serpihan fosil-fosil Sangiran.

Doni merasa muak dan bosan karena ibunya sudah punya yang seperti itu di rumah. Dia pun dengan sopan memohon pamit, "maaf Mas, saya harus segera mengantarkan nota perdamaian ke Timur Tengah."

Agen itu menahannya sembari merayu, "sebentar dik, Anda belum sampai pada bagian bonus. kalau adik membeli sekarang dengan tunai akan mendapatkan bonus sebuah ruko di kawasan Bintaro."

"nggak ah, saya nggak tertarik buka panti pijat di sana!", sanggah Doni.

Doni pun lalu nekat berlalu dengan sapu terbang yang dipinjamnya dari Si Sirik (pembaca Bobo sebelum era 90-an pasti tahu). Dari atas awan sana, Doni menatap kasihan pada si agen yang telah menjadi setitik pixel di layar pandangannya. "maaf Mas, saya memang lagi nggak punya duit...", ujarnya lirih.

Doni kaget seketika saat sebuah Boeing 737 milik maskapai penerbangan Rusia melintas di sampingnya. "oh, aku melupakan sesuatu. keranjangku untuk nenek..."

Di bawah sana terdengar gemuruh dentuman yang diikuti letusan dan lecutan kecil. Begini bunyinya: "KAA BOOOM..... CIAAT... CIIIT... SPLASH.... DUK... DUk... CIEEEET... KRETAK KRETAK....!!!"

Doni tetap melaju dengan sapunya yang telah dimodif memiliki kursi lontar dan toilet duduk. Melaju menembus troposfer sampai ionosfer (buka buku RPAL atau IPA kelas 4 SD!). Matanya menerawang saat sesosok hologram (toga putih, bersayap, memegang harpa, beraksesoris lingkaran halo) bernyanyi di sampingnya.

"....Adik, kau melupakan keranjang bawaanmu... laaalaaa......laaaaa......."


ReviewReviewReviewReviewReviewBIG FISHNov 7, '07 4:31 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Alkisah, adalah Dicky seorang pemuda tampan yang hidup bersama ayahnya yang seorang pecandu infotaintment lokal. Mulai dari gosip perceraian pejabat sampai jumlah tahi lalat penyanyi dangdut asal Brebes dia hapal. Tak banyak yang dilakukan Dicky di rumah setiap hari selain bersekolah (kelas 2 SMA), membantu tetangga membuka buka pagar (macet soalnya), dan terus menyembunyikan remote control TV ketika ayahnya lengah. Kegiatan yang terakhir tadi dilakukannya agar ayahnya mau beranjak berdiri dari sofanya (kalau masih boleh dibilang sofa, lebih mirip kue bolu kebanyakan soda pengembang).

Saat ayahnya mulai berdiri untuk bersiap mencari remote TV (sebelumnya marah-marah dulu dengan meneriaki Dicky 'KEPARAT' atau 'ANAK PEREK'), yang dilakukan Dicky adalah buru-buru berdiri di samping ayahnya. Tujuannya untuk mengetahui apakah dia sudah setinggi ayahnya. Dicky tak sabar menunggu tinggi badannya melampaui ayahnya. Sebab mendiang Ibunya pernah berwasiat, andai nanti Dicky sudah setinggi ayahnya maka dia boleh berhenti minum susu domba liar.

Dicky sungguh benci minum susu domba liar, sebab biasanya ada gumpalan wool yang ikut tertelan masuk ke pencernaannya. Hasilnya bisa dibayangkan, kadang ketika berak di pagi hari yang keluar adalah sebuah sweater turtle-neck atau sebuah rompi bermotif polka-dot.

Di sekolah, Dicky dikenal sebagai anak kesayangan guru. Terutama oleh Pak Franklin, guru pelajaran biologi yang berasal dari Bangkok. Saking sayangnya, hanya Dicky yang diijinkan membawa tapir dan kuskus untuk dibedah saat pelajaran anatomi hewan (teman-temannya hanya boleh membawa kodok atau tikus got).

Ketampanan Dicky tidak lantas membuatnya latah untuk menjadi gigolo atau model. Pernah suatu ketika ia ditawari main film layar lebar berjudul 'TIGA ANAK MANIS'. Film yang merupakan biopic dari trio penyanyi cilik populer di tahun 90-an itu dibuat secara kolosal dan berbudget 20 milyar (diproduseri oleh Departemen Pertanian). Alasannya menolak adalah karena film itu lebih mirip penyuluhan pemberantasan buta huruf pada tikus dan wereng (tujuannya agar petani tak perlu menyemprot anti-hama pada sawahnya, cukup memajang papan bertuliskan 'INI BUKAN MAKANAN').

Namun Dicky sempat menyesal karena ternyata film itu meledak di pasaran dan peran yang semula ditawarkan padanya akhirnya jatuh pada Marcella Zalianty yang mana akhirnya Marcella ditawari main iklan sabun colek serbaguna, B-29 .

Padahal Dicky ingin sekali muncul di iklan itu dan memperagakan bagaimana sabun itu dapat mencuci otak ayahnya....


ReviewReviewReviewReviewETERNAL SUNSHINE OF THE SPOTLESS MINDNov 7, '07 3:58 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Seorang hansip yang biasa berpatroli keliling di perumahan setengah mewah tiba-tiba menemukan sebuah bolam lampu bekas. Bolam lampu bermerk dari Belanda itu sudah putus kawat elemennya. Namun begitu, bentuknya masih utuh dan belum pecah. Karena kotor terkena tanah dan mungkin juga tai anjing milik para penghuni kompleks, maka satpam itu perlahan-lahan menggosok permukaan lampu itu sambil berharap akan keluar jin tua gendut atau jinny nan semlohai versi sinetron Multivision.

Jangankan jin..., tuyul aja yang masih satu rumah produksi dengan itu juga nggak keluar. Tak disangka yang keluar adalah Scarlett Johansson. Namun belum sempat hilang rasa kaget (dan belum sempat terpikir rasa ingin menubruk), tiba-tiba saja tubuh Scarlett Johansson itu menggembung, membesar dan meledak.

Seluruh organ dalam, darah, ingus, dan mungkin juga sisa sarapan Scarlett tadi pagi pecah berhamburan (salah satu bola matanya menempel pada topi kebanggaan hansip itu). Sebagian pecahan tulang tengkoraknya menimbulkan suara gemeretak saat sepatu boot hansip itu menginjaknya.

Akhirnya dengan perasaan kecewa hansip itu pulang ke rumahnya yang tak sebagus rumah-rumah yang sering dijaganya dalam patroli keliling sehari-hari. Ia hanya tersenyum tulus ketika istrinya yang secantik Widyowati Sophan Sophian (maksudnya gabungan dari keduanya secara harfiah, bayangin aja...!) membukakan pintu dan memarahinya karena belepotan noda-noda menjijikkan.

"...Masyaalloh, Bang! Darimane aje lu. Badan kayak abis ketabrak KRL Serpong-Kota aje...! Busyet dah, bau lu kayak tai kambing basi...."
(emang ada supermarket yang jual tai kambing seger kalengan???)

Hansip itu cuma menjawab: "Aku tak pernah kemana pun. Dimanapun aku berada kau selalu di hatiku."

Seketika itu mata istrinya berkaca-kaca. Pisau dapur yang semula digenggamnya (buat motong sayur dan nyaris buat nikam suaminya) tiba-tiba jatuh dari tangannya. Dipeluknya suaminya dengan erat sambil terisak diiringi bunyi suara koor 'Oooooh......' para tetangga yang sedari tadi asyik menyaksikan drama rumah tangga tersebut.

"Aku sayang kamu, Bang. Maafkan aku selama ini..." Kata sang istri sembari memeluk tubuh suaminya dan mengelus-elus tongkat hansip yang terselip di pinggang.

"Ini gigi siapa, Bang?" Sang istri mengambil sepotong gigi geraham yang dari tadi menempel pada pipi suaminya.

Terdengar dari kejauhan orang-orang berlalu sambil bergidik jijik. "...iiihhhhh......!!!"


ReviewReviewReviewReviewSHAWSHANK REDEMPTIONNov 7, '07 3:08 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Seorang pemuda bernama Ujang tertangkap mencuri kutang milik tetangganya dan digiring ke Mapolsek setempat. Dalam tahanan sementara itu dia satu sel dengan waria yang dengan setia mengobati, membersihkan, dan mengelus-elus luka-luka lebam di sekujur tubuh Ujang (luka kenang-kenangan dari para tetangganya saat melepas kepergian Ujang ke tahanan). Waria nan rupawan itu pada suatu malam menyatakan perasaannya pada Ujang (waria itu mengaku bernama Asih).

"...Jang, aku sebenarnya bukan waria. Aku wanita tulen. Aku begini karena durhaka pada ibuku. Aku dikutuk dia jadi begini...."

"hah....."

"iya, Jang..."

"hah..."

"dia mengutukku dengan sumpah serapah seperti ini: Dasar gadis tak tahu malu, kamu persis kayak Bapakmu...!!!!"

"Oh..."


ReviewReviewReviewCHILDREN OF MENNov 7, '07 2:53 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Di rimba jalanan Jakarta yang buas, seorang sopir Kopaja nggak sengaja nabrak sedan BMW pejabat DPR. Pejabat itu turun dan bersiap marah-marah sama si sopir apes itu. Saat seekor anjing bersiap melompat keluar dari mulut pejabat itu (baru keliatan moncong dan sedikit cipratan air liurnya), tiba-tiba pejabat itu terdiam......

Lama....

Nggak ding, sebentar aja.

Dia terpana melihat wajah sopir itu yang begitu rupawan. Hatinya luluh...... Tiba-tiba terbayang dalam kepalanya. Kalau saja istrinya mau dimadu ia ingin sang sopir yang jadi madunya. Tapi sayang, si sopir itu lagi hamil tua.....


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help