Saya tinggal di sebuah kontrakan bersama lima orang teman sekampus. Di sana kami hidup dinamis (bukan harmonis) dan bersenang-senang (tidak pernah tenang). Di sana juga tersebutlah seorang pembantu rumah tangga yang rutin datang ke tempat kami untuk memasak, mencuci baju, menyetrika baju, mengantar gossip terbaru seputar kompleks, marah-marah nggak jelas, dan sebagainya.
Kami senang atas keberadaan dia, sebut saja Nona E. Namun akhir-akhir ini dia mulai mengkhawatirkan. Lebih jelasnya akan saya uraikan berbagai keanehan seputar dirinya yang sempat tercatat:
-
Dia suka ngomong sendiri ketika sedang memasak atau mencuci. Pernah teman saya yang sedang berkunjung nampak syok berat. Setelah ditanya kenapa syok, dia menjawab, "... aku tadi mendengar Nona E bercakap-cakap di belakang, dan pas aku liatin ternyata nggak ada siapa pun di sana selain dirinya...". ANALISIS SAYA: Nona E memiliki teman khayalan. Entah berwujud apa saya tak tahu. Mungkin seekor keledai bersayap berkepala Antelop jantan (mungkin lho...).
-
Nona E beberapa kali mengambil (mengambilkan) mangga dari pohon milik rumah sebelah yang cabangnya menjorok ke pekarangan kami. Waktu kami bilang kami nggak mau makan barang curian, dia menjawab, "... ini bukan mencuri, mencuri itu khan kalau malem!". ANALISIS SAYA: Nona E seharusnya menjadi seorang pengacara. Atau tukang rujak saja....!
-
Kami sering meledek dan menggoda Nona E dalam rangka bercanda (bukan dalam rangka menyambut Tujuhbelasan...). Namun kalau ternyata Nona E lagi tidak mood atau lagi sensitif, tak jarang ia membalasnya dengan tindakan fisik yang mengarah ke tindakan penganiayaan dan pencemaran nama baik kami. Paha Angga pernah sesaat merasakan setrika panas. Saya pernah dikejar dan dilempar gantungan baju. Padahal saya sudah lari masuk ke dalam warnet sebelah rumah, eh... dia tetep mengejar masuk. Jadilah saya dipermalukan di muka para pengunjung warnet dan para pemuda yang nongkrong di warung kopi depan rumah kontrakan. ANALISIS SAYA: Sekali-kali perlu ada seseorang yang mengajaknya ke DUFAN dan mengikatnya di TORNADO dan membiarkannya berputar-putar selama mungkin sampai pusing dan muntah-muntah. Semoga selera humornya yang sadis bisa hilang...