 VITA BREVIS  PLAY HARDER  KURIR TIKI BERNAMA ANTO ASTRAL TRAVELLER *(hasil coretan saya saat lagi nggak ada kerjaan di kantor) *(pakai Paint)
 BEGINI CERITANYA.... (Kisah ini berdasar fakta, namun terlampau banyak dibumbui dramatisasi ala Damar....) Pakdhe saya, dulu sewaktu muda ternyata hobi moto-moto sehingga menghasilkan poto-poto. Itu baru saya ketahui pas kami sekeluarga datang berkunjung ke rumahnya pas lebaran lalu. Kami selalu pergi bersama ke rumah Pakdhe pas lebaran. Karena kalau pas nggak lebaran kami nggak ke rumah Pakdhe bersama-sama. Pas saat itu adik saya lagi moto-moto apa-apa pake kamera dengan jeprat-jepret! Pakdhe nampak terkesima dengan bentuk kamera digital SLR masa kini yang bohai, montok, bermata belok, dan hitam mulus (bukan hitam manis, nggak percaya? jilat aja sendiri!). Sesaat setelah mengamati kamera masa kini itu, tatapan mata Pakdhe menerawang. Seolah-olah mengingat memori masa lalu yang manis (kali ini manis atau nggaknya cuma beliau sendiri yang tahu, sedang saya hanya menebak, dan saya tidak akan menyarankan Anda untuk menjilat Pakdhe saya). Kami semua yang berada di situ terdiam beberapa saat. Terdiam menunggu Pakdhe yang terdiam............ "Dulu Pakdhe kalian ini hobi moto-moto juga.....", demikian ucapan Bapak saya memecahkan keheningan. "Benar begitu, Pakdhe?", tanya adik saya yang suka moto-moto dan dengan nada interogatif nan investigatif layaknya seorang mata-mata. "Benar begitu, Pakdhe?", saya ikut bertanya nggak mau kalah. Karena semua telah terbongkar dan dibeberkan lewat selentingan Bapak saya, maka Pakdhe pun tak mampu lagi mengelak. Dia pun lalu bercerita...... ....................................................................................................................... Nah, demikian cerita Pakdhe saya. Kemudian dia beranjak dari kursinya. Dia masuk ke kamar. Kami menunggu............. Dia keluar dari kamar sambil membawa semacam tas kulit, coklat, buluk, berdebu dan apek (iya! sudah saya cium sendiri.......kenapa?). Ternyata gumpalan yang dia bawa tadi adalah tas kamera tua. Di dalamnya terdapat kamera tua, SEAGULL 203, dengan kondisi utuh memang, namun bodinya kusam, lapisan-lapisan kulitnya mengelupas, lensa sedikit berjamur. Seolah merasa telah menemukan pewaris yang selama ini diharapkan untuk menjaga dan merawat kamera tersebut, beliau lalu dengan khidmat menyerahkan kamera tadi kepada adik saya yang telah duduk bersimpuh di hadapannya. "Tampanen takdirmu, Nduk.......!", ucap beliau yang dalam bahasa nasional kita berarti, "Terimalah takdirmu, Anakku......!". (Bayangin aja kejadian ini persis seperti adegan terakhir di film KALA-nya Mas Joko Anwar......) Keterangan: - Pakdhe: Paman, dalam Bahasa Jawa. - Rumah Pakdhe berada sejauh sepuluh langkah dari rumah kami. - Gambar yang dipajang bukanlah gambar kamera dalam cerita, hanya tipe yang sama dengan kondisi jauh lebih beruntung. - Sekarang kamera berada di tangan adik saya. Dicoba dipakai ternyata masih bisa. Hanya lensa agak kotor. Dan karena kebelumpahaman kami dalam mengoperasikan dan mengatur setting-an fokus, speed, diafragma, bla-bla-bla-bla..... gambar yang dihasilkan kacau-balau bin numpuk-numpuk.
 | SOLOMO | May 12, '08 11:30 AM for everyone |
Pada tanggal 2 Mei 2008 lalu, tepatnya pukul 05.39 pm telah resmi (atau sok resmi) berdiri SOLOMO. Berdirinya SOLOMO berawal dari sms saya yang berbunyi, "Nok, kita bentuk komunitas Lomo di Solo yuk... Blum ada khan? Aku sebagai founding father dan kamu sebagai founding mother. Resmi berdiri saat kamu balas sms ini. Ok?!" Kira-kira beberapa jam kemudian, Ninok membalas, "Sory pak, aku tadi ketiduran... Ok, siap....!" Dan begitulah, meskipun saya sendiri belum punya kamera Lomo namun kami berdua dengan lancang mendeklarasikan berdirinya SOLOMO. Mungkin karena 'law of attractions' kami yang begitu kuat, beberapa hari kemudian ternyata ada teman-teman dari komunitas Lomo dari Jakarta yang datang ke Solo. Saya delegasikan penyambutan kepada Ninok sebab saya sedang di Cianjur. Bagi temen-teman yang kemarin ke Solo, semoga perjalanan kemarin menyenangkan. Salam kenal untuk semua!

Album SORE yang kedua memang menggetarkan....
 | MIMPI | Apr 23, '08 12:04 PM for everyone |
(The Elephants-Salvador Dali)  Akhir-akhir ini aku sering mengalami hal aneh. Rasanya banyak kejadian, tempat, orang yang semuanya pernah kudatangi dalam mimpi. Bukan mimpi yang berarti harapan atau angan-angan. Tapi mimpi dalam tidur. Banyak sekali. Terlampau sering....
INI TIDAK SEHAT !    CAMKAN ITU, KISANAK !
LOKASI: BINTARO PLAZA SPESIFIKASI: SEBUAH AREA PARKIR YANG KONON HANYA UNTUK PENGEMUDI WANITA. SEORANG LELAKI PERNAH NEKAT PARKIR DI SINI DAN KETIKA TURUN DARI MOBIL DIA MENDAPATI CELANA PANJANG YANG DIPAKAINYA TELAH BERUBAH MENJADI ROK MINI DAN ADA YANG LAIN DI DADANYA.... HWAAAAAAAA!!!!!!!!! 
BABA O'RILEY THE WHO Out here in the fields I fight for my meals I get my back into my livin'
I don't need to fight To prove I'm right I don't need to be forgiven
Don't cry Don't brace your eye It's only teenage wasteland
Sally, take my hand We'll travel south crossland
Put out the fire And don't look past my shoulder
The exodus is here The happy ones are near Let's get together Before we get much older
Teenage wasteland It's only teenage wasteland Teenage wasteland, Oh, yeah Teenage wasteland They're all wasted...!
Berikut ini adalah notulen obrolan penghuni kontrakan yang berlangsung kemarin sore (Minggu, 16-12-2007). Kemudian setelahnya, saya menjadi semakin tahu, sadar, dan mengerti bagaimana 'CARA KERJA SEBUAH GOSIP'. NANNY : Mas, mas, mas...! Tau gak, Mas? AKU, HENDRO, TOMMY, ABE : Enggak, Mbaaaaaak! (serempak) NANNY : Kalian tuh, masih kuliah jangan keterlaluan kalo pacaran.... Jangan macem-macem.... Harus tau batas.... Kuliah dulu yang bener, baru nanti mikir nikah kalo dah lulus.... Kasihan orang tua di kampung mbiayain buat kuliah, bukan buat pacaran.... Jangan sampe terjadi hal-hal yang diinginkan. Hiiii.... amit-amit jabang bayi deh! AKU, HENDRO, TOMMY, ABE : Iya, Mbaaaak.....! (masih tetep serempak) NANNY : Kalian tau gak? Itu tuh yang tinggal di Jl. Bekicot itu, masa anak SMP udah hamil. Itu gara-gara pacaran! AKU : Hah... yang hamil anak SMP, Mbak?!?!? Trus yang hamilin siapa? NANNY : Bukan, yang hamilin itu anaknya Dokter. AKU : Trus yang hamil? NANY : Yang hamil tuh pembantu. ABE : Tadi katanya yang hamil anak SMP. Emang pembantunya itu masih SMP? NANNY : Yang hamilin itu anaknya Dokter. ABE : Jadi yang masih SMP itu yang anaknya Dokter? NANNY : Iya, Mas. Nggak kasihan ya sama orang tuanya.... Masih SMP kok udah hamil... (sampai di sini kami mulai bingung....) HENDRO : Lho, Mbak... tadi katanya yang SMP itu yang anaknya Dokter? ABE : Jadi yang anak SMP itu pembantunya? NANNY : Iya... Anaknya Dokter itu yang hamilin. ABE : Jadi anaknya Dokter itu yang cowoknya trus ceweknya masih SMP? (di sini Abe udah mulai iseng dan Nanny mulai terjerat dalam rantai gosip yang dia ciptakan sendiri....) NANNY : Iya. HENDRO : Oooh... Jadi yang cowok itu hamilin anaknya Dokter. Trus Dokter itu punya pembantu yang masih SMP? NANNY : Iya. ABE : Tega banget ya Dokter itu hamilin anak SMP.... (sambil geleng-geleng kepala) NANNY : Iya ya, Mas.... (kami berusaha keras menahan tawa atas dasar tidak sampai hati....) Namun akhirnya dengan jenius Tommy memberi kami alasan yang pas untuk tertawa. TOMMY : Wah, Mbak aku jadi inget sama cerpen yang sering kubaca. Judulnya 'Pengalaman Pertamaku Dengan Pembantuku'. Waktu itu rumah sedang sepi. Ayah ibu pergi. Tinggal aku dan pembantuku yang sintal dan molek itu. Kemudian kami..... GEERRRR......! Meledaklah tawa kami mendengar Tommy sedang mengutip bacaan 'Guilty Pleasure' favorit kami yang biasa di-download dari sebuah situs internet. Sementara itu Nona E., Nanny kami, hanya diam terbengong-bengong mendengar tawa lepas kami yang menggelegar menghiasi langit sore yang sedikit mendung kala itu.
Tulisan ini saya ambilkan dari blog seorang teman di Multiply (Thank's ya, Dit!), yang mana dia mendapatkannya dari sebuah e-mail forward-an dari temannya. Mungkin temannya teman saya itu juga mendapatkannya dari temannya juga. Dan bisa jadi temannya temannya teman saya itu mendapatkannya dari temannya juga. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Kenapa ayam menyeberang jalan? Jawaban dari :
*Guru TK : Supaya sampai ke ujung jalan. *PLATO : Untuk mencari kebaikan yang lebih baik. *PAUS : Hanya Tuhan yang tahu. *POLISI : Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa. *ARISTOTELES : Karena merupakan sifat alami dari ayam. *KAPTEN JAMES T. KIRK : Karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi. *MARTIN LUTHER KING, JR : Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyebrang jalan tanpa mempertanyakan kenapa. *MACHIAVELLI : Poin pentingnya adalah ayam menyebrang jalan! Siapa yang peduli kenapa! Akhir dari penyeberangan akan menentukan motivasi ayam itu. *SIGMUND FREUD : Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyaman seksual kalian yang tersembunyi. *GEORGE W. BUSH : Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini! * DARWIN : Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan. *EINSTEIN : Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak dibawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri. *NELSON MANDELA : Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa. menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati *THABO MBEKI : Kita harus mencari tau apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan. *MUGABE : Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyeberanginya dengan dorongan ayam2 veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyeberanginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahan Inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya! *ISAAC NEWTON : Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.
* Ny Suharti : Ndak mungkin kalau ayam saya. Wong ayam saya sudah masuk penggorengan semua kok... * Puspo Wardoyo (Ayam Bakar Wong Solo) : Kok tahu ya kalau saya sedang cari istri lagi? Ayam betina kan? *Pejabat Korup : Ndak ada itu. Siapa yang bilang ayam itu menyeberang jalan. Harus dibuktikan dulu dong, jangan asal bicara. *Gus Dur : Biarin aja, yang mau nyebrang kan dia. Gitu aja kok repot! *Thukul : Silen Plis, kita coba dengerin dulu dia mau ngomong apa. Ehm, Mas/Mbak Ayam Arwana, kenapa sih, kamu kok menyeberang jalan ? Nah, kalau yang ini versi buatan saya sendiri : KENAPA AYAM MENYEBERANG JALAN ? Versi TO KILL A MOCKINGBIRD
HARPER LEE: Kita tak kan pernah tahu kenapa ayam itu menyeberang jalan sebelum kita berteman dengan ayam, berjalan bersama ayam, berkokok selantang ayam, makan seperti ayam, dan berusaha masuk ke dalam pikiran ayam.
ATTICUS FINCH: Nak, apapun alasan ayam-ayam itu menyeberang jalan, adalah bukan hak kita untuk mengganggunya. Kalau kita boleh menyeberang jalan, maka baik ayam, babi, keledai, atau bahkan seorang Cunningham sekalipun tentu boleh melakukan hal yang serupa.
TOM ROBINSON: Entahlah, Sir. Sore itu saya hanya berusaha membantu ayam itu menyeberang jalan karena dia memanggil dan meminta bantuan saya yang kebetulan sedang lewat di dekatnya. Apa yang terjadi setelah itu saya benar-benar tidak tahu, Sir...
JEM FINCH: Ayam itu tentunya sudah cukup dewasa, Dik. Seperti halnya diriku, mungkin dia hanya ingin berjalan ke seberang dan menikmati saat-saat indahnya hari itu.
BIBI ALEXANDRA: Apapun tujuannya, tidak pantas bagi seekor ayam betina terhormat berjalan-jalan sendirian tanpa tujuan yang jelas....
CALPURNIA: Jangan membicarakan tentang ayam yang menyeberang jalan ketika makan. Habiskan dulu sarapanmu, Scout! Setelah itu, kamu boleh menanyakannya sendiri pada Atticus.
BOB EWELL: Aku bersumpah! Kemana pun ayam itu pergi, aku tak akan pernah melepaskannya. Aku akan terus mengawasinya. Dan suatu saat dia akan menyesal dengan apa yang telah dia lakukan! Aku bersumpah!!!
BOO RADLEY: ..............(hanya tersenyum dari balik jendela ketika mengamati ayam itu menyeberang jalan)
Asisten rumah tangga di kontrakan saya, Nona E, belum lama ini membeli sebuah telepon genggam. Ketika saya tanya alasannya, dia bilang agar gampang menghubungi adik-adiknya yang ada di kampung dan memudahkan kontak dengan kliennya. Klien-klien yang dimaksud adalah kami yang menggunakan jasanya memasak dan mencuci baju. Kami (para kliennya) yang tersebar seantero kompleks perumahan terkadang suka kebingungan mencari letak keberadaan Nona E. Pernah selama lebih dari seminggu Nona E tidak menyambangi kontrakan kami. Walhasil, cucian kotor pun menggunung. Hingga pada suatu sore terdengar sura gemuruh dari belakang rumah. Suaranya laksana bongkahan es di antartika yang runtuh. Ketika kami melihat apa yang sedang terjadi, kami mendapati Angga tertimbun longsoran cucian kotor. Rupanya saat dia berusaha menambahkan satu baju kotor di tumpukan, gunung kain itu tak mampu lagi menahan berat beban sehingga akhirnya.... longsor. Alhamdullillah wasyukurillah, Angga berhasil kami evakuasi dengan segera dan lekas siuman berkat teknik CPR yang kami pelajari dari serial MR. BEAN. Selain meninggalkan cucian kotor, kepergian misterius Nona E waktu itu juga meninggalkan tumpukan piring-gelas-sendok kotor. Kami dengan segera menyadari bahwa pada perabotan makan kotor tersebut telah muncul berbagai peradaban baru. Atas dasar DECLARATION OF INDEPENDENCE dan kemalasan yang teramat sangat, kami tak tega memusnahkan mereka. Kami amati dan kami pelajari mereka dengan seksama. Koloni ini (jamur dan belatung yang tumbuh pada sisa-sisa makanan) berkembang dengan cepat dan maju. Mereka bukan hanya berkembang dari segi jumlah melainkan juga dalam hal bahasa, tata kota, kesenian, sistem sosial, dan tata pemerintahan. Bahkan pada hari keempat dalam pengamatan kami, mereka telah mengenal konsep AGAMA.... Bayangkan! Namun sebelum mereka mulai menyangka kalau kami ini adalah tuhan mereka, kami putuskan untuk mencuci sendiri perabotan-perabotan makan kotor itu. Dengan demikian berarti kami telah memusnahkan dan menghilangkan PERADABAN JAMUR dan BELATUNG dari SEJARAH PERABOTAN MAKAN kami. Semoga mereka tenang di surga mereka.......... Satu lagi yang diakibatkan oleh kepergian misterius Nona E adalah wabah kelaparan. Biasanya kami setiap hari mendapat kiriman makanan darinya. Tanpa makanan dari Nona E kami ibarat anak ayam kehilangan akal. Tommy tak henti-hentinya mengigau dan menyebut kata lapar dengan suara yang menyayat kalbu. Hendro hanya bisa duduk diam dan meringkuk di sudut kamarnya yang gelap. Angga dan Bayu yang terkenal sebagai duo gendut, nampak seramping Alya Rohali. Rangga yang paling tampan diantara kami, nyaris memakan habis kasurnya sebelum akhirnya tersadar bahwa yang dilihatnya hanyalah sebuah fatamorgana (dia pikir telah melihat kebab raksasa di kamarnya). Sedang saya sendiri nyaris memotong paha kiri untuk dimakan. Sebelum wabah kelaparan merenggut nyawa kami satu persatu, saya berusaha meyakinkan diri saya sendiri dan mengajak temen-teman yang lain untuk bangkit dan sadar. Awalnya memang sulit mengembalikan semangat hidup mereka. Namun setelah berkumpul bersama, berdebat, berpelukan dengan berurai air mata, kami semua bertekad melawan rasa lapar, kami berupaya tegar, kami tidak boleh cengeng, dan kami sadar bahwa warung makan terdekat hanya berjarak 15 meter dari rumah kontrakan kami.............!
Saya tinggal di sebuah kontrakan bersama lima orang teman sekampus. Di sana kami hidup dinamis (bukan harmonis) dan bersenang-senang (tidak pernah tenang). Di sana juga tersebutlah seorang pembantu rumah tangga yang rutin datang ke tempat kami untuk memasak, mencuci baju, menyetrika baju, mengantar gossip terbaru seputar kompleks, marah-marah nggak jelas, dan sebagainya. Kami senang atas keberadaan dia, sebut saja Nona E. Namun akhir-akhir ini dia mulai mengkhawatirkan. Lebih jelasnya akan saya uraikan berbagai keanehan seputar dirinya yang sempat tercatat: -
Dia suka ngomong sendiri ketika sedang memasak atau mencuci. Pernah teman saya yang sedang berkunjung nampak syok berat. Setelah ditanya kenapa syok, dia menjawab, "... aku tadi mendengar Nona E bercakap-cakap di belakang, dan pas aku liatin ternyata nggak ada siapa pun di sana selain dirinya...". ANALISIS SAYA: Nona E memiliki teman khayalan. Entah berwujud apa saya tak tahu. Mungkin seekor keledai bersayap berkepala Antelop jantan (mungkin lho...). -
Nona E beberapa kali mengambil (mengambilkan) mangga dari pohon milik rumah sebelah yang cabangnya menjorok ke pekarangan kami. Waktu kami bilang kami nggak mau makan barang curian, dia menjawab, "... ini bukan mencuri, mencuri itu khan kalau malem!". ANALISIS SAYA: Nona E seharusnya menjadi seorang pengacara. Atau tukang rujak saja....! -
Kami sering meledek dan menggoda Nona E dalam rangka bercanda (bukan dalam rangka menyambut Tujuhbelasan...). Namun kalau ternyata Nona E lagi tidak mood atau lagi sensitif, tak jarang ia membalasnya dengan tindakan fisik yang mengarah ke tindakan penganiayaan dan pencemaran nama baik kami. Paha Angga pernah sesaat merasakan setrika panas. Saya pernah dikejar dan dilempar gantungan baju. Padahal saya sudah lari masuk ke dalam warnet sebelah rumah, eh... dia tetep mengejar masuk. Jadilah saya dipermalukan di muka para pengunjung warnet dan para pemuda yang nongkrong di warung kopi depan rumah kontrakan. ANALISIS SAYA: Sekali-kali perlu ada seseorang yang mengajaknya ke DUFAN dan mengikatnya di TORNADO dan membiarkannya berputar-putar selama mungkin sampai pusing dan muntah-muntah. Semoga selera humornya yang sadis bisa hilang...
Menyimak tentang persengketaan hak milik tanah di Meruya, sengketa perwalian anak para selebritis, dan terakhir sengketa tentang lagu daerah kita dengan negara tetangga saya pun jadi kepikiran. Terutama yang terakhir tadi. Kalau Malaysia berhak mengklaim lagu (entah Rasa Sayang He, Rasa Benci He,atau Rasa Muak He) saya pun juga bisa (dalam alam pikiran liar pribadi) mengambil berbagai lagu untuk negara yang saya buat (toh, semua negara khan 'dibuat'). Negara artifisial ini saya namakan REPUBLIK RAKYAT BEATLES. Lebih lanjut tentang sistem pemerintahan, hukum, perundang-undangan, dan sistem perekonomiannya masih dalam tahap pengembangan. Yang sudah saya canangkan adalah berbagai lagu wajib dan nasional. Berikut rinciannya: LAGU-LAGU NASIONAL -
Lagu Kebangsaan: ALL YOU NEED IS LOVE -
Lagu Mars Hari Kemerdekaan: FREE AS A BIRD -
Lagu Hymne Lambang Negara: ROCKY RACOON -
Lagu Mengheningkan Cipta: LET IT BE LAGU-LAGU MARS -
Mars Pemuda: ALL TOGETHER NOW -
Mars Serikat Pekerja: A HARD DAY'S NIGHT -
Mars Pendidikan Nasional: WE CAN WORK IT OUT -
Mars Gerakan Keluarga Berencana: LADY MADONNA -
Mars Angkatan Darat: SOLDIER OF LOVE -
Mars Angkatan Laut: YELLOW SUBMARINE -
Mars Angkatan Udara: BLACKBIRD LAGU-LAGU UNTUK LEMBAGA NEGARA - Departemen Pertanian: STRAWBERRY FIELDS FOREVER
- Departemen Perhubungan: TICKET TO RIDE
- Departemen Perpajakan: TAXMAN
- Departemen Penerangan: IF YOU'VE GOT TROUBLE
- Departemen Sosial: WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIEND
- Departemen Telekomunikasi: ACROSS THE UNVERSE
- Departemen Kesehatan:I FEEL FINE
- Departemen Kelautan:I AM THE WALRUS
-
Departemen Olah Raga: TWIST AND SHOUT -
Departemen Transmigrasi: BACK IN THE USSR -
Departemen Agama: THE SAINTS -
Departemen Riset dan Teknologi: REVOLUTION -
Departemen Pekerjaan Umum: FIXING A HOLE -
Badan Astronomi dan Antariksa: LUCY IN THE SKY WITH DIAMONDS -
Pos dan Giro: MAILMAN BRING ME NO MORE BLUES -
Palang Merah Nasional: YOUNG BLOOD -
Badan SAR Nasional: HELP!
| |